GfO0TfdoGUA0TUW5GpApBUr8TA==

Info terbaru :

00 month 0000

Pertunjukkan Tari Pracimantoro dalam Rangka Hari Tari Sedunia 2018

Info Praci
Font size:
12px
30px
Print

Memeriahkan hari Tari Sedunia, yang biasa diperingati setiap 29 April, Sanggar Seni Shaka Budaya menggelar pertunjukkan Tari bertajuk “Solah Raga Nggayuh Rasa” bertempat di Area Museum Kars Indonesia Gebangharjo, Pracimantoro pada hari Sabtu 28 April 2018 pukul 16.00 WIB (4 sore). Meskipun sekedar hiburan di waktu luang, namun acara seperti ini merupakan terobosan yang perlu didukung dari berbagai pihak.  Selain mengembangkan kegiatan yang positif, acara ini dapat menarik perhatian masyarakat untuk mencintai dan melestarikan budaya khususnya seni tari.
Acara ini pertama kali diselenggarakan di Pracimantoro dan mungkin di Kabupaten Wonogiri, konsep acara diadaptasi dari pertunjukkan seni di kota-kota besar seperti di Solo atau Jakarta yang juga memperingati Hari Tari Sedunia dengan sebuah pertunjukkan tari. Panitia bermaksud membawa kemeriahan tersebut dengan skala atau versi yang lebih sederhana dan dapat diterima masyarakat dengan pemahaman yang mudah. 
Hari tari dunia pertama kali dicanangkan di tahun 1982 oleh lembaga tari internasional CID–Counseil Internasional de la Danse. Tujuannya adalah untuk mengajak seluruh warga dunia berpartisipasi untuk menampilkan tarian-tarian negara mereka yang jumlahnya beragam.
Di tahun 2003, Professor Alkis Raftis yang saat itu menjadi Presiden CID mengatakan bahwa pelestarian budaya menari masih sangat minim. Tidak ada lembaga atau organisasi yang mendanai bidang seni tersebut secara memadai, tidak ada pendidikan seni tari, sehingga ketertarikan warga untuk menekuni bidang tari masih sangat rendah.
Bersama-sama dengan UNESCO, CID menjadi wadah bagi para warga dunia untuk mementaskan pertunjukan tari dari budaya mereka. Dengan begitu diharapkan semua generasi muda dapat terus melestarikan budaya melalui seni tari.
Di awal tahun 2007, promosi untuk merayakan Hari Tari semakin gencar dilakukan. Dengan berfokus pada anak-anak, lembaga tari internasional CID meminta seluruh anak sekolah untuk berpartisipasi dalam lomba menulis esai tentang tarian di negara mereka, melukis bertemakan tari, bahkan lomba menari yang dilakukan di jalanan. Sejak saat itu, Hari Tari Dunia semakin diapresiasi warga sehingga banyak pertunjukan tari diadakan untuk memeringati hari tersebut. (http://nationalgeographic.co.id)
               Acara seni pertunjukkan tari ini dimeriahkan oleh Penari 12 Jam Nanda Fellana, Oxananda, Novian Dwi Yoga. Adapun pertunjukkan tari dipersembahkan antara lain : Siluet Nusantara, Midat Midut, Kukilo, Ngogleng Gunung Sewu, Krincing Wonogiren, Layang-layang, Merak Subal, Gambyong, Kelinci, Payung, Lilin, Tor-Tor, Bajidor Kahot, dan Reog Ponorogo.

Keterangan lengkap hubungi Contact Person :
Siti Fatonah         08567705003
Josi Ramadhan   082227633754



Baca juga:

0Komentar

Featured Post

Special Ads
Special Ads
Special Ads